Keuangan
Sep7

Kiat Menata Uang agar Bahagia di Akhir Bulan

0 comment




Jpeg




Serius menghitung pengeluaran

Kiat Menata Uang agar Bahagia di Akhir Bulan – Hore, sebentar lagi tanggal tua bergeser. Tak lama lagi kita akan menerima gaji bulanan. Tentu bila Anda pegawai kantoran, seperti saya. Seperti biasanya, tanggal-tanggal muda berlangsung cerah, dan biasanya berlalu dengan cepat. Setelah pekan pertama dan pekan kedua setiap bulannya berlalu, hari-hari berjalan begitu perlahan dan tiba-tiba siang dan malam terasa begitu lama. Begitu menyiksa. Uang gajian menipis, dan persediaan di dapur semakin habis, kita pun hanya bisa meringis.

Nah, agar senyum di wajah tetap merekah di pekan ketiga dan keempat setiap bulannya, kita harus mempersiapkannya dari tanggal-tanggal tua, ya seperti saat ini.

  1. Perkirakan jumlah gaji kita. Misalnya, gaji kita plus tunjangan mencapai tiga jutaan. Lumayan. Tapi karena kita memiliki cicilan
    lima ratus ribuan setiap bulannya, ya tersisa 2,5 juta saja.
  2. 2. Setelah gaji ditransfer atau diberikan kepada kita, langsung ambil sepertiganya atau 30 persennya untuk tabungan. Jadi, dalam contoh di atas, tabungan kita ya 750.000. Tabungan ini bisa digunakan sebagai dana mendadak, semisal ada anggota keluarga yang sakit, ada teman melahirkan atau menikah, dan lain-lain sebagainya.
  3. 3. Sekarang kelola sisanya. Setelah dipotong 750.000 untuk tabungan di atas, tersisa sekarang 1.750.000. Langsung kita potong untuk biaya transportasi ke tempat kerja. Kebutuhan ini termasuk kebutuhan paling primer, sebab bila tidak ke kantor, kita tentu tidak akan mendapatkan penghasilan. Karena kita naik sepeda motor misalnya, kita bisa mengalokasikan biaya transportasinya sebanyak Rp. 250.000.
  4. Alokasikan sisanya untuk kebutuhan rutin bulanan. Salah satu kebutuhan rutinnya adalah kebutuhan dapur. Kebutuhan dapur sendiri bisa dipecah menjadi dua kebutuhan utama, yaitu belanjaan tahan lama dan belanjaan harian. Belanjaan tahan lama misalnya minyak goreng, bumbu, makanan cepat saji seperti nugget, sarden kaleng, dll. Belanjaan harian misalnya terdiri dari sayur, lauk pauk, bumbu-bumbu yang tidak tahan lama.
  5. Berbelanjalah secara bijak. Artinya, kita disarankan tidak membeli barang-barang yang tingkat prioritasnya rendah di awal bulan, semisal spaghetti siap santap dari merek terkenal. Bila alokasi anggaran untuk kebutuhan dapur ternyata memiliki sisa, di situlah kita bisa memanjakan diri dengan membeli barang atau sajian kuliner yang kita inginkan. Dengan begitu, kita akan mendapatkan hadiah atas upaya penghematan yang kita lakukan. Dan yang terpenting, kita akan termotivasi untuk melakukan penghematan di bulan berikutnya.
  6. Lakukan penataan keuangan ini secara disiplin. Kita harus berkomitmen, dan tegas pada diri sendiri. Bila memang tidak ada anggarannya, kita harus bisa mengerem keinginan konsumtif kita. Lebih gampang dikatakan memang, tapi ya kita harus tetap berusaha.

 

Ingat, cerdas di awal bulan adalah kunci bahagia di akhir bulan.




Tags:
  • SHARE!

Related Posts