Keluarga
Mei27

Berupaya Agar Doa Segera Dikabulkan

0 comment




Berupaya Agar Doa Segera Dikabulkan – Doa adalah ibadah yang tidak lepas dari keseharian kita sebagai umat muslim. Doa pada hakikatnya adalah bentuk penghambaan kita kepada Allah, bukti bahwa kita sangat lemah tanpa pertolongan-Nya. Karenanya, mereka yang enggan berdoa dan meminta kepada Allah termasuk golongan orang-orang yang sombong. Sebagaimana firman Allah dalam surah Ghafir ayat 60:

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku kabulkan (doa)mu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri untuk beribadah/berdoa kepada-Ku, akan masuk neraka dalam keadaan hina.” (QS. Ghafir: 60)

Selain itu, manusia yang tidak mau berdoa juga dikatakan sebagai orang yang paling lemah sebagaimana disebutkan dalam hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari:

أَعْجَزُ النَّاسِ مَنْ عَجَزَ عَنِ الدُّعَاء

“Manusia yang paling lemah adalah manusia yang lemah untuk berdoa.”

Terus, bagaimana agar Allah segera mengabulkan doa yang kita panjatkan?




Berupaya Agar Doa Segera Dikabulkan

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar doa kita segera dikabulkan:

  •  Memperhatikan waktu-waktu yang istijabah

Di antara waktu-waktu istijabah adalah:
Ketika adzan dikumandangkan dan hujan turun. Rasulullah SAW bersabda:
“Doa tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun” (HR Al Hakim, 2534, dishahihkan Al Albani di Shahih Al Jami’, 3078)

Di antara adzan dan iqamah sebagaimana sabda Rasulullah: “Doa di antara adzan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi, 212, ia berkata: “Hasan Shahih”)

Saat sujud. Hadist Rasulullah SAW: “Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu” (HR. Muslim, no.482)

Hari jumat di sore hari, berdasarkan hadist:
“Dalam 12 jam hari Jumat ada satu waktu, jika seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah Azza Wa Jalla pasti akan dikabulkan. Carilah waktu itu di waktu setelah ashar” (HR. Abu Daud, no.1048 dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud).

Sepertiga malam terakhir, sebagaimana diterangkan dalam hadist:
“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Kukabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akan Kuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)

Di akhir shalat fardhu, sebagaimana hadist:
“Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, kapan doa kita didengar oleh Allah? Beliau bersabda: “Di akhir malam dan di akhir shalat wajib” (HR. Tirmidzi, 3499)

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Zaadul Ma’ad (1/305) menjelaskan bahwa yang dimaksud ‘akhir shalat wajib’ adalah sebelum salam.

  • Menghadap ke kiblat dan mengangkat kedua tangan

Dari Jabir ra, bahwa Nabi SAW ketika berada di Padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (HR. Muslim)

Dari Salman ra, bahwa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Tuhan kalian itu Malu dan Maha Memberi. Dia malu kepada hamba-Nya ketika mereka mengangkat tangan kepada-Nya kemudian hambanya kembali dengan tangan kosong (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi dan beliau hasankan)

Cara mengangkat tangan:
Ibnu Abbas ra mengatakan, bahwa Nabi SAW ketika berdoa, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya setinggi wajahnya (wajah menghadap telapak tangan). (HR. Thabrani)

  • Menggunakan suara lirih dan tidak dikeraskan

Allah SWT memuji Nabi Zakariya ‘alaihis salam, yang berdoa dengan suara lirih.

ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا (2) إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا

“(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria,
yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.” (QS. Maryam: 2–3)

  • Khusyu’, Rendah diri dan penuh harap

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90)

  • Merasa yakin bahwa doa akan dikabulkan

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا يقل أحدكم إذا دعا اللهم اغفر لي إن شئت اللهم ارحمني إن شئت ليعزم المسألة فإنه لا مُكرِه له

“Janganlah kalian ketika berdoa dengan mengatakan, ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau mau. Ya Allah, rahmatilah aku, jika Engkau mau’. Hendaknya dia mantapkan keinginannya, karena tidak ada yang memaksa Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW bersabda, “Apabila kalian berdoa, hendaknya dia mantapkan keinginannya. Karena Allah tidak keberatan dan kesulitan untuk mewujudkan sesuatu.” (HR. Ibn Hibban dan dishahihkan Syua’ib Al-Arnauth)

Di antara bentuk yakin ketika berdoa adalah hatinya sadar bahwa dia sedang meminta sesuatu. Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW bersabda,

ادعوا الله وأنتم موقنون بالإجابة واعلموا أن الله لا يستجيب دعاء من قلب غافل لاه

“Berdoalah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai, dan lengah (dengan doanya).” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan Al-Albani)

  • Diulang-ulang

Ibn Mas’ud mengatakan, Rasulullah SAW apabila beliau berdoa, beliau mengulangi tiga kali. Dan apabila beliau meminta kepada Allah, beliau mengulangi tiga kali. (HR. Muslim)

  • Tidak tergesa-gesa agar doa segera dikabulkan

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُسْتَجَابُ لأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِى

“Akan dikabulkan (doa) seseorang di antara kalian selama dia tidak tergesa-gesa, yaitu dia berkata aku telah berdoa namun belum dikabulkan bagiku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Dimulai dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Rasulullah

Bagian dari adab ketika memohon dan meminta adalah memuji Dzat yang diminta. Demikian pula ketika hendak berdoa kepada Allah. Hendaknya kita memuji Allah dengan menyebut nama-nama-Nya yang mulia.

Nabi SAW pernah mendengar ada orang yang berdoa dalam shalatnya dan dia tidak memuji Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi SAW. Kemudian beliau bersabda, “Orang ini terburu-buru.” kemudian beliau bersabda,

إذا صلى أحدكم فليبدأ بتحميد ربه جل وعز والثناء عليه ثم ليصل على النبي صلى الله عليه وسلم ثم يدعو بما شاء

“Apabila kalian berdoa, hendaknya dia memulai dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi SAW. Kemudian berdoalah sesuai kehendaknya.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani)

  • Bertaubat dan banyak memohon ampun kepada Allah

Bertaubat dan berusaha mendekatkan diri kepada Allah merupakan cara untuk mendapatkan cinta Allah. Jika sudah dicintai Allah, doa seseorang akan mudah dikabulkan. Di antara amal yang sangat dicintai Allah adalah memperbanyak taubat dan istighfar.
Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW bersabda,

وَمَا تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِى بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ….، وَإِنْ سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ

“Tidak ada ibadah yang dilakukan hamba-Ku yang lebih Aku cintai melebihi ibadah yang Aku wajibkan. Ada hamba-Ku yang sering beribadah kepada-Ku dengan amalan sunah, sampai Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya maka …jika dia meminta-Ku, pasti Aku berikan dan jika minta perlindungan kepada-KU, pasti Aku lindungi..” (HR. Bukhari)

Demikianlah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat kita memanjatkan doa kepada Allah. Sebab, kita juga perlu berupaya agar doa segera dikabulkan. Semoga Allah senantiasa mengabulkan doa-doa kita dan menerima amal baik kita. Aamiin




Tags:

Rate this article!

  • SHARE!

Related Posts