Tips Cerdas - Joyo Grand 10/157 Malang
+62 341 561-236 redaksi@tipscerdas.com
  • perempuan-tips-2
  • Slide-3-tips-5
  • tempat kerja-2-tips-3
  • Solusi bersama.

Demi Jokowi, Para “Polisi” Itu Pun Pasrah Disingkirkan

"Saksi bisu" tersingkirnya polisi tidur

“Saksi bisu” tersingkirnya polisi tidur

Kehadiran seorang pejabat selalu menyisakan cerita behind the scene yang menarik untuk diikuti. Saat bupati jalan-jalan sehat di Singosari dulu, sehari sebelumnya jalan-jalan di sekitar rumah tiba-tiba bersih dari lubang dan sampah.

Saat Pak SBY ke Karangploso untuk meresmikan salah satu fasilitas m

iliter di Karangploso, aku harus menunggu sekira 20 menit di pinggir jalan. Bukan karena ngefans tentu, tetapi karena jalan disterilkan. “SBY mau lewat sini” kata salah satu prajurit TNI yang berjaga-jaga di sepanjang jalan Karanglo.

Lain Pak SBY, lain pula Pak Jokowi. Saat hendak membagikan KIP, KIS, dan kartu-kartu lainnya di PP Bahrul Maghfiroh, Tlogomas, Malang pada Kamis (21/5/2015), acara persiapan penyambutan sudah digeber sehari sebelumnya.

 

Umbul-umbul dipasang di sepanjang jalan menuju Ponpes. Sampah-sampah di sepanjang sungai dibersihkan. Dan ini yang paling menarik, para “polisi” tidur di sepanjang jalan ke PP Bahrul Maghfiroh disingkirkan. Tlogomas dan Merjosari Malang pun relatif bebas dari ulah polisi tidur. Inilah pertama kalinya efek positif kedatangan presiden betul-betul terasa, hilangnya polisi tidur di sepanjang jalan menuju kantor.

Tak peduli haters, lovers, dan neutralers, semuanya akan mensyukuri dan menikmati tersingkirnya para polisi tidur itu. Bayangkan, di jembatan itu terdapat lima polisi tidur, padahal jarak antar kelimanya mungkin tidak sampai 200 meter.

“Saya sangat bersyukur, para “polisi jujur” itu kini sudah tiada” ungkap salah satu pengguna jalan, Iwan pagi ini (22/8). “Saya tidak menyangka, lewat saja Jokowi sudah menyelesaikan banyak keluhan masyarakat terkait polisi tidur itu” sambung salah satu pendukung Pak Jokowi ini dengan nada penuh syukur.

Terima kasih Pak Jokowi berkenan lewat di jalan yang biasa kami lalui. Mudah-mudahan tersingkirnya polisi tidur itu bisa berlangsung selamanya. Dan bila ada lagi, mohon Pak Jokowi lewat di situ lagi.#EfekJokowi


Cara Mudah Mendeteksi Beras Plastik

Nasi yang biasanya menyelamatkan banyak hidup kini bisa mengancam kehidupan

Nasi biasanya lezat, kini mengancam kehidupan

Peredaran beras plastik yang belakangan marak terdengar tidak hanya membuat resah pemerintah, tetapi juga kita sebagai konsumen.

Bila terlanjur mengonsumsinya, beras plastik bisa menyebabkan beragam penyakit, mulai dari ringan hingga parah. Menurut Ketua Tim Pangan dan Gizi Jatim Ardiyanto (20/8/2015) sebagaimana dikutip JPNN.com, beras plastik ini bisa menyebabkan gejala awal seperti, anoreksia atau kehilangan selera makan, serta mual dan pusing. Bila dikonsumsi lama, bisa terjadi gangguan hati dan gagal ginjal, serta kanker. Continue Reading…


Agar File Rahasia Di Laptop Tidak Dibaca Orang

Folderlock 1

oleh Iwan

Pernahkah Anda memiliki file penting dan rahasia di laptop? Ya, file yang tidak boleh dilihat oleh orang lain. Hanya Anda yang boleh melihat file tersebut. Namun, apa jadinya jika laptop kita dipinjam teman atau saudara. Pastinya kita merasa was-was karena khawatir file kita yang penting & rahasia akan dibuka dan dilihat oleh teman atau saudara. Untuk mengatasi hal tersebut, ada cara mudah untuk memberikan password pada folder tempat kita menyimpan file-file penting. Mudahnya lagi, kita tidak perlu mendownload dan menginstal aplikasi apa pun. Langsung saja, berikut ini caranya:
Continue Reading…


Diponegoro, Pangeran Rakyat (10) – Kekecewaan Dua Pihak

Kekecewaan Dua Pihak

Oleh Sugeng Hariyanto

Sultan Hamengkubuwono II

Sultan Hamengkubuwono II

Lelaki Belanda itu bertubuh tegap seperti kebanyakan orang Belanda. Tapi yang tidak seperti kebanyakan orang Belanda adalah kefasihannya menata kata dan mengatur kalimat yang sangat menonjol. Orang-orang di keraton menyebutnya wasis amicara, pintar berbicara. Jika orang tahu keluarganya, mungkin orang akan mafhum. Dia adalah sepupu Nicolaas Engelhard, gubernur pantai Jawa bagian utara yang berkedudukan di Semarang. Gubernur terakhir itu memiliki kefasihan bicara yang sejajar. Tidak meledak-ledak, tahu waktu yang tepat untuk mengutarakan maksud atau menunda bicara. Detailnya dalam mengatur bicara ini mungkin terkait dengan kesukaannya merawat patung-patung kuno yang perlu ketelatenan.

Sepupu gubernur terakhir inilah yang sekarang menjadi minister (dulunya disebut residen) Ngayogyakarta di era Daendels. Dulunya dia grusa-grusu juga daam bertindak, tetapi setelah peristiwa yang nyaris membuat pecah perang anatara Belanda dan Ngayogyakarta itu, dia mulai sadar bahwa dia harus bijak dalam menyampaikan kabar.

Siang itu dia menghadap Sultan Hamengkubuwono II untuk menyampaikan kabar dari Daendels. Dia tahu bahwa dia harus hati-hati karena dia telah tahu Sultan tidak suka dengan aturan etiket baru ala Daendels. Tapi, Pieter Englehard, sang minister tidak bisa berbuat lain. Continue Reading…


Tips mencari tempat alternatif untuk simpanan

Ohh, bukan simpanan itu sahabat. :-) Yang saya maksud dengan ‘simpanan’ adalah barang yang  kita simpan.

Saat kita membeli pernik-pernik dan barang hobi maupun kebutuhan, rasanya memang mengasyikkan. Tetapi setelah sekian tahun, terasa juga ruang rumah kita menyempit dan kurang sedap dipandang mata. Sejatinya rumah kita memiliki ruang yang seringkali terlewat dari kesadaran kita. Saat saya menulis tentang tips membangun tempat kerja di rumah, kita sudah memanfaatkan ruang yang sering terlewat itu, yaitu pojokan. Oleh karena itu, kita cari lagi alternatif simpanan, eh, tempat penyimpanan yang tidak menyita ruang yang telah ada.

simpanan baru

Continue Reading…


3 Cara Cerdas Agar Tidak Tertipu Review Online Palsu

fake reviwBisnis jual beli online sudah bukan lagi hal baru di Indonesia. Sangat menghemat waktu dan biaya. Betapa tidak, dengan bisnis online, penjual tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, hanya untuk mencari lokasi strategis bagi lapaknya, apalagi harus membeli sebidang tanah. Selain itu pembeli juga bisa mendapatkan barang khas dari tempat lain yang tidak mungkin didapat di daerahnya, tanpa harus datang ke tempat tersebut. Kemudahan yang didapat penjual dan pembeli inilah menjadikan bisnis online cepat sekali menjamur.
Sayangnya, sebagian besar keputusan pembelian dipengaruhi oleh review online. Banyak pemilik produk bersedia membayar mahal orang-orang tertentu untuk membuat komentar palsu agar lebih meyakinkan calon pembeli untuk membeli produknya. Jika kita tidak ingin tertipu dengan review palsu, berikut ini 3 cara cerdas mendeteksi review palsu pada suatu produk. Continue Reading…


Ikhlas Itu

gambar dari azzuralhi.wordpress.com

gambar dari azzuralhi.wordpress.com

Pada suatu sore yang temaram, bersama deras hujan Februari, aku menggigil. Di atas sepeda motor yang terlihat mulai menua, aku termenung sambil menatap lamat deru mobil, sepeda motor, dan bus yang juga mengurangi kecepatan. Kilat menyambar. Pohon pun bergoyang tertiup angin. Kumandang azan isya’ terdengar dari masjid di Karanglo, yang letaknya hampir bersebelahan dengan salah satu hotel bintang tiga.

Aduh, sudah malam, seruku di dalam hati. Hujan selalu membawaku pada kilatan-kilatan ingatan. Teringat kembali saat aku sedikit membentak istriku kemarin malam. Seperti biasanya, dia seakan mempertanyakan mengapa aku pulang telat. Dan itu berlangsung beberapa kali.

“Aku itu kerja keras. Siang dan malam” ujarku dengan nada tinggi. Continue Reading…


Diponegoro, Sang Pangeran Rakyat (9)

Maklumat Daendels

oleh Sugeng Hariyanto

SONY DSC

SONY DSC

Sehari setelah maklumat Daendels itu diterima, Sultan segera memanggil para nayaka, para pejabat tinggi keraton untuk mendiskusikannya. Tampak di sana Sang Putera Mahkota, dan tiga iparnya, Tumenggung Suryodiningrat, Patih Danurejo II, dan Raden Ronggo. Dari tiga ipar Sang Putera Mahkota, Raden Ronggo memang yang termuda. Tetapi, meskipun muda, nayaka berwajah tampan dengan temperamen menyala-nyala ini terkenal sebagai agul-agul praja, seorang prajurit pemberani yang merasa terpanggil untuk mati di medan tempur. Ibunya adalah keturuan Sultan Hamengkubuwono I yang dia kagumi. Sementara dari garis ayahnya, dia keturunan kakeknya yang juga penglima perang Pangeran Mangkubuwi yang kemudian menjadi Sultan Hamengkubuwono I. Ya, kakeknya adalah ipar dari Pangeran Mangkubumi sendiri, karena dia adalah kakak Ratu Ageng, nenek buyut Pangeran Diponegoro, yang merawat dan membesarkan Pangeran Diponegoro di Tegalrejo.

“Residen diganti namanya menjadi minister. Para minister itu, menurut Dandels, adalah para wakil langsung Gubernur Jenderal dan Gubernur Jenderal itu wakil pemerintahan Raja Bonaparte yang berkedudukan di Den Haag. Raja Belanda sekarang pelaksanaan pemerintahan Bonaparte Prancis, katanya. Busana minister itu, seragamnya baru, dia berhak memakai payung kerajaan Belanda warna biru dan emas yang ada gambar lambang kerajaan di sana,” kata sang Sultan mulai membeber isi maklumat itu. Continue Reading…


userrrrrrrrrr2
Bagaimana kabar hari ini, sahabat? Dengan mengunjungi situs web ini berarti Anda menyetujui Sangkalan/Disclaimer kami, yang intinya adalah tulisan ini dimaksudkan untuk informasi umum saja dan kami tidak bertangung jawab atas tindakan Anda berdasar informasi di sini. Carilah nasihat profesional jika perlu. Terima kasih.